Kamis, 11 Juni 2015

Duet Yon Dan Yok Koeswoyo Mengguncang Kota Malang




          Jarum jam sudah menunjukkan pkl. 21.30, pengisi panggung sebelumnya yaitu B Plus sudah melepas jas putih yang dipakai sebelumnya. Kini mereka hanya mengenakan kemeja hitam. B Plus usai sudah menunaikan tugas mengisi sesi kedua. Kini mereka sedang melepas lelah sejenak. Lampu panggung pun dipadamkan untuk mempersiapkan acara berikutnya. Pembawa acara kembali naik ke pentas. Penonton pun mulai penasaran.

            Saat itu diumumkan bahwa akan segera tampil yang ditunggu-tunggu oleh semua “kita sambut dengan tepuk tangan meriah...Yon dan Yok Koeswoyo......”. Tepuk tangan membahana memenuhi gedung hotel Kartika Graha Malang yang menjadi lokasi pertunjukan. Penonton yang semula duduk tenang memberi sambutan tepuk tangan sambil berdiri menyusul tampilnya dua legenda hidup dalam dunia hiburan Indonesia itu. Ya, malam itu hari Rabu, 10 Juni 2015 Yon dan Yok Koeswoyo tampil menghibur warga Malang dalam rangkaian tour show live concert 55 tahun karya yang berlangsung di tiga kota, yang diawali dari Surabaya dan akan berakhir di kota Solo pada Sabtu, 13 Juni mendatang.

            Kedua personel asli Koes Plus yang masih tersisa ini lalu menundukkan kepala sejenak sebagaimana kebiasaan mereka sebelum bernyanyi selama ini. Selanjutnya mereka mulai menata diri masing-masing sebelum memulai pertunjukkan. Yok Koeswoyo menempati mik yang berada di sebelah kiri dari arah penonton. Adapun Yon Koeswoyo yang ada di ujung sebelah kanan segera meminta disiapkan sebuah gitar. “Saya kalau nyanyi tidak membawa gitar rasanya hambar...” ujar Yon Koeswoyo. Sementara sang adik membalas “Kalau saya sudah kaku tangannya..Jadi saya tidak pakai alat ya...”. Penonton pun tertawa mendengar alasan sang pembetot bass dalam Koes Plus ini.

            Tak banyak bicara lagi, Pelangi segera dinyanyikan oleh duet maut tersebut. Seluruh isi ruangan segera menyambut dengan bernyanyi bersama menirukan bait demi bait lagu yang direkam dalam album volume tujuh tersebut. B Plus yang menjadi pengiring tampaknya mampu mengimbangi dengan permainan musik yang apik dan mendekati aslinya saat direkam. Usai lagu pertama, Yon Koeswoyo memberi introduksi untuk lagu berikutnya.

 “Berikutnya lagu yang pernah sukses di Australia...orang Australia pun tidak menyangka kalau lagu ini karya orang Indonesia yaitu Koes Plus....lagu ini karangan Yok Koeswoyo, adik saja...” ujar Yon Koeswoyo. Penonton yang sebagian besar merupakan penggemar berat Koes Plus sudah paham akan lagu yang dimaksud. Why Do You Love Me pun meluncur dengan manis yang kembali diikuti koor massal pengunjung yang hadir. 

“Kami juga punya lagu-lagu yang mirip The Beatles...” Yon Koeswoyo kembali berujar sebelum mendendangkan lagu berikutnya. Yok yang saat itu mengenakan kemeja berwarna biru dengan motif bulat warna putih pun menimpali “Kami ini lebih hebat dari The Beatles loh..Kami bisa bikin lagu berbahasa Inggris, tapi The Beatles tidak bisa bikin lagu Jawa...”. Rahasia Hatiku pun dinyanyikan oleh Yon Koeswoyo yang direkam pada tahun 1978 dan memang sedikit mirip dengan lagunya The Beatles.

Tidak hanya sekedar menemani duet, Yok Koeswoyo pun diberi kesempatan oleh Yon untuk unjuk suara menyanyikan lagu-lagu karyanya sendiri. Yok berkata pada penonton “Masih ingat lagu Mawar Bunga..?”. Penonton pun menjawab “Masiiiihhhh....”. Berikutnya muncul Mawar Bunga yang dulunya direkam dalam album Volume 12. Yok Koeswoyo yang sudah membiarkan rambutnya berwarna putih ini masih sanggup menyanyikan lagu tersebut dengan maksimal.

Duet kedua musisi bersaudara ini masih teruji dengan sempurna pada beberapa nomor yang dibawakan. Diantaranya pada lagu Buat Apa Susah, Diana, Andaikan Kau Datang dan Kisah Sedih Di Hari Minggu. Usai mendendangkan Bis Sekolah, Yon sempat menawarkan pada penonton “Berikutnya, Telaga Sunyi....Tapi ini lagu Koes Bersaudara yang dulu, nanti tidak banyak yang tau...Kalau Koes Plus, bolehlah...”. Yon pun selanjutnya menawarkan lagu pengganti yaitu Kembali yang dinyanyikan duet ini dalam satu mik sehingga menimbulkan kesan kompak dan akur. Penonton pun kembali memberikan aplaus panjang untuk penampilan duet yang sudah berkarya sejak tahun 1960 ini.

Duet ini kembali menuai simpatik setelah Hatimu dan Hatiku dibawakan secara harmonis. Yon Koeswoyo memberi komentar tentang lagu ini “Dulu kami tampil di TVRI syuting lagu ini tahun 1974...Wah, dahsyat...”. Yok pun menimpali dengan berkata “Saya minta maaf tidak bisa banyak nyanyi...Soalnya nyanyi sedikit sudah menggeh-menggeh, kalau dia ini seperti mesin diesel, kalau sudah panas bisa terus....” ujarnya sambil menunjuk sang kakak. Penonton pun tertawa mendengar Yon Koeswoyo diberi julukan mesin diesel.

Yon Koeswoyo sempat memberi kejutan pada penonton dengan bersedia membawakan lagu Kota Lama yang bernuansa Mandarin. Namun mengingat lagu tersebut jarang sekali dibawakan, maka sering terdengar beberapa syair yang tertukar atau malah lupa dinyanyikan. Walau bagaimanapun Kota Lama tetap menjadi hiburan tersendiri mengingat ada salah satu wilayah di Malang yang bernama Kota Lama juga.

Malam itu pertunjukan duet legend terasa istimewa karena dihadiri pula oleh walikota Malang yaitu Abah Anton. Abah Anton pun didaulat oleh Yon Koeswoyo untuk ikut bernyanyi di atas penggung. Ditemani oleh Dandim setempat, pilihan lagu yang dinyanyikan yaitu Bujangan yang kabarnya merupakan lagu kesayangannya. Yon pun memuji vokal dari walikota yang malam itu mengenakan baju hitam dan dibalut jaket berwarna sama.

Usai walikota Malang menyumbangkan suaranya, Yon Koeswoyo memanggil walikota Batu yang mungkin juga ada di tempat itu. Bukan tanpa alasan Yon memanggil kedua walikota untuk bernyanyi bersama. Hal ini mengingat sehari sebelumnya Yon dan Yok beserta rombongan sempat berkunjung ke kediaman masing-masing. Yon bahkan secara berseloroh berterima kasih atas hadiah yang diberikan oleh walikota Batu yang mengejutkan dirinya itu. 

Namun saat itu kehadiran walikota Batu diwakili oleh isterinya yang juga berkenan untuk tampil bernyanyi diiringi oleh Yon dan B Plus. Tanpa ragu lagi meluncurlah dari vokal Ny. Edy Rumpoko lagu Muda-Mudi yang dilanjutkan dengan Kembali Ke Jakarta. Usai mengiringi pejabat daerah ini, Yon mendendangkan Oh Kasihan yang merupakan lagu dari album Hard Beat Volume 1 Koes Plus. Namun sayang sekali lagu ini tidak bisa dibawakan secara mulus, mengingat beberapa kali terdengar bunyi “grok..grok..” dari gitar yang dimainkan oleh vokalis utama Koes Plus ini. Meskipun sempat diperbaiki oleh kru yang ada, namun bunyi tersebut masih terdengar mengganggu penampilan sang legenda pada malam itu.

Saat waktu sudah menunjukkan pkl. 22.38, Yon dan Yok mengakhiri pertunjukan dengan sebuah tembang penutup yang abadi yaitu Kapan-Kapan. Seiring didendangkan lagu yang direkam dalam album Volume 10 tersebut, para pejabat yang hadir diperkenankan untuk kembali naik ke panggung untuk bernyanyi bersama. Malam itu penonton terpuaskan oleh hiburan yang disajikan oleh duet legenda yang selalu bersama sejak era Koes Bersaudara hingga Koes Plus itu.

Pada pertunjukan yang berlangsung di pusat kota Malang ini hadir pula sejumlah penggila Koes Plus bumi Arema. Koestono yang adalah mantan pengawal Koes Bersaudara dan Koes Plus tampak duduk di barisan depan dengan topi dan jaket khasnya. Agoes Basuki selaku mantan ketua KPKA juga hadir beserta istri. Tampak juga Hery Kurniawan, Harijanto, Harie Sangean dan Koh An yang dikenal juga dengan nama Koesplator Fabs. 

Dari kalangan musisi pelestari tampak Shabir dan Gifri menyaksikan kehebatan senior mereka di atas panggung. Pada deretan depan tampak duduk ketua KPKA periode 2015-2018 yang baru terpilih yaitu Adie Priyono ditemani kedua sahabatnya dari Gresik yaitu Frans dan Ganef. Salah seorang pendiri JN Surabaya yaitu Sam Sugeng terlihat juga mengabadikan acara ini dengan kamera canon yang dibawanya. Tonny Tjatur selaku promotor acara juga tampak duduk di barisan depan mendampingi Walikota Malang.

Secara keseluruhan pertunjukan malam ini terkemas dengan baik dan rapi walaupun penonton yang hadir tidak terlalu banyak. Pengunjung terhitung tidak sampai lima puluh persen memenuhi ruangan yang berkapasitas seribu tempat duduk itu. Sebagai band pembuka dihadirkan band lokal beraliran rock yang dilanjutkan B Plus dengan membawakan lagu-lagu Koes Plus non populer.

Yon Koeswoyo dalam rangkaian tour show ini selalu didampingi oleh Gery Koeswoyo, putra sulungnya. Sementara Yok Koeswoyo tampak disertai oleh Agus Giri yang membantu berbagai keperluan sang legenda. Usai dari Malang, rombongan menuju ke Kota Solo dengan menumpang kereta api keesokan harinya.

Secara keseluruhan berikut adalah lagu-lagu yang ditampilkan B Plus : Nusantara 3, Malam Ini, Desaku, Dia Datang, Disana Disini, Untukmu, Penyanyi Muda, Jangan Marah, Ibu dan Lagunya, Dia Permata Hati, Lagi-Lagi Kamu, Aku Sendiri, Rata-Rata, Kau Datang lagi, Cinta.

Penampilan duet Yon Yok secara beruurutan menyajikan lagu-lagu berikut : Pelangi, Why Do You Love Me, Rahasia Hatiku, Kisah Sedih Di Hari Minggu, Tul Jaenak, Mawar Bunga, Buat Apa Susah, Diana, Bunga Di Tepi Jalan, Andaikan Kau Datang, Bis Sekolah, Kembali, Hatimu Hatiku, Kolam Susu, Hidup Yang Sepi, Dara Manisku, Kr. Pertemuan, Kota Lama, Bujangan, Muda Mudi, Kembali Ke Jakarta, Oh Kasihan, Jemu dan Kapan-Kapan.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai penampilan duet legenda Koes Plus di Kota Malang ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dalam rangkaian kata dan tulisan ataupun kekurangan data yang ada. Selamat dan sukses untuk penampilan berikutnya bagi kedua legenda hidup musik Indonesia ini. 

( Okky T. Rahardjo, penggemar Koes Plus dari Surabaya-085645705091 )


B Plus
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar