Rabu, 24 Juni 2015

Sensasi Buka Puasa Massal


Kala umat Muslim menjalankan ibadah puasa, saat yang dinantikan adalah menikmati santapan buka puasa. Namun buka puasa akan terasa lebih seru bila dilaksanakan secara massal atau bersama-sama orang lain yang juga mengakhiri puasa di hari itu. Salah satu sensasi berbuka puasa yang ada di Surabaya yaitu saat menikmati sajian buka puasa secara gratis atau cuma-cuma.

Di Kota Surabaya ini memang ada beberapa titik yang menyediakan buka puasa secara gratis bagi pemakai jalan raya yang kebetulan sedang melintas. Salah satu titik yang seru terdapat di jl. Kedurus yang merupakan pertigaan antara Wiyung dan Gunung Sari. Pada sebuah sudut di dekat lampu merah Kedurus ada sebuah rumah yang setiap sore saat waktu berbuka puasa tiba, mereka menyajikan hidangan bagi siapa pun yang berkenan mampir sekedar untuk melepas rasa lapar dan haus.

Bila di beberapa area jalan menu buka puasa hanya dibagikan sekedarnya saja, maka di sudut Kedurus ini warga “dipaksa” untuk turun dan minum bersama. Memang tidak mewah yang disajikan, hanya berupa segelas minuman sirup dan sebuah jajan gorengan. Sungguh pun demikian terasa nikmat dan gayeng karena dinikmati secara bersama-sama. Seorang ibu selaku tuan rumah dbantu oleh dua orang anggota keluarga lain serta warga sekitar turut membantu membagikan jajan yang sudah disediakan. Tuan rumah sudah selama beberapa tahun ini menyediakan buka puasa secara gratis bagi pengendara motor yang melintas daerah tersebut.

Beberapa menit sebelum adzan maghrib sebagai tanda waktu berbuka puasa tiba, para pengendara motor yang melintas memarkir kendaraannya di sekitar rumah tempat penyajian buka puasa gratis. Sementara di depan rumah sudah tersedia dua meja besar yang berisi gelas minuman air sirup. Kue disajikan dalam piring yang dibagikan langsung oleh tuan rumah, untuk mencegah orang yang mengambil jatah makanan lebih dari semestinya. Aturan sudah jelas, satu orang hanya boleh menikmati satu kue. Sementara kalau ingin menambah minuman masih dipersilakan.

Sore kemarin makanan yang disediakan berupa ote-ote (bala-bala) yang disediakan awal mula. Beberapa waktu kemudian munculah donat tepung menjadi sajian berikutnya. Namun ketentuan tegas ibu tuan rumah ini menyatakan kalau sudah ambil makanan yang satu, maka tidak diperkenankan ambil yang lainnya. Sungguh pun demikian masih ada juga “tangan-tangan jahil” yang mencoba meraba mengambil jatah kue secara berlebihan. Yang begini ini harus rela menerima omelan dan teguran keras dari sang empunya rumah.

Ya, rupanya pengendalian diri tidak hanya dibutuhkan saat menjalankan puasa. Ketika memasuki masa berbuka puasa pun tetap diperlukan juga pengendalian diri sehingga tidak mengganggu kepentingan orang lain yang sama-sama berbuka puasa juga. Selamat menjalankan ibadah puasa.


(Okky T. Rahardjo, 085645705091, 518CC94A)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar