Minggu, 13 Juli 2014

Kass Plus, ber-Koes Plus Di Ulang Tahun Petrokimia Gresik

 
Kass Plus Band

  

Jarum jam bergeser menuju menit ketiga puluh meninggalkan angka tujuh. Di salah satu sudut kota Gresik tampak kesibukan yang dilakukan oleh beberapa orang. Malam itu di GOR Tri Dharma yang berlokasi di kompleks Pterokimia Gresik akan diadakan sebuah even untuk menghibur warga Gresik dan sekitarnya.

            Kamis, 10 Juli 2014 itu Petrokimia Gresik memang akan memulai rangkaian gawe besar. Tepat hari itu pabrik penghasil semen itu memperingati hari jadi ke-42. Sebagai ungkapan syukur selama beberapa hari ke depan selepas ibadah salat tarawih, panggung gembira digelar dengan berbagai aneka hiburan. Memulai pergelaran hiburan, malam itu akan ditampilkan band pelestari Koes Plus. Sebuah kesempatan istimewa, mengingat di perusahaan ini ternyata terdapat banyak penggemar Koes Plus yang fanatik.

            Setelah dua band mengawali penampilan dengan lagu-lagu oldies, koes plusan mulai digelar. Kass Plus sebagai band yang menjadi pengisi puncak acara di hari pertama itu mulai mengisi panggung yang ditata dengan hiasan lampu sorot warna-warni itu. sekitar pkl. 21.20, band yang bermarkas di ujung Kota Pudak itu tampil dengan busana yang menarik perhatian. Berkemeja putih polos dibalut celana jeans biru membuat panggung menjadi terlihat cerah. Bukan hanya itu baju putih lengan panjang mereka dilengkapi dengan suspender yang terikat kencang di punggung mereka.

            Mengawali penampilan malam itu, Kass Plus menggebrak dengan Laguku Sendiri. Suasana yang awalnya hening menjadi semarak dengan repertoar pembuka yang dipilih. Satu per satu warga Gresik mulai memenuhi deretan kursi yang disediakan. Usai penyajian lagu pembuka, Dody selaku vokalis menyapa pengunjung yang hadir. Tembang berikutnya disuarakan oleh Kass Plus yaitu Kau Datang Lagi yang diambil dari album History of Koes Brother. Lagu ini secara manis dibawakan bersahutan oleh Dody dan Sukhori.

            Kass Plus merupakan band yang dilihat secara fisiologs sepintas mirip dengan Koes Plus. Selain nama yang sepintas seperti plesetan Koes Plus ini, keempat personel secara formasi juga tidak beda dengan Koes Plus aslinya. Betapa tidak, dalam grup ini terdiri dari tiga personel bersaudara dan satu “orang luar”. Ketiga bersaudara itu secara berurutan yaitu Dody (bass), Sas (rhytym) dan Sukho (keyboard dan melody gitar). Sebagai plusnya yaitu Gatot yang menduduki posisi penggebuk drum.

            Kass Plus mengawali kiprah ber-Koes Plus dari kota Rembang, Jawa Tengah. Mereka selanjutnya melebarkan sayap di kota Gresik dengan difasilitasi oleh Adie Priyono, seorang pegawai Petrokimia Gresik. Keterampilan Kass Plus dalam mengolah lagu-lagu Koes Plus malam itu teruji dengan baik. Bukan hanya lagu-lagu yang populer di namun yang tidak terlalu familiar di kalangan umum pun mampu mereka bawakan dengan baik.

            Penonton dibuat berdendang bersama ketika Ela Elo dibawakan dengan baik oleh Dody. Kekaguman penonton kembali tertuju ketika Sas menyajikan Kesepian dengan syahdu. Tepuk tangan membahana ketika Kala-Kala dibawakan secara apik oleh Sukho. Malam itu Gatot pun tampak lincah memainkan drum yang tidak lepas dari pakem asli lagunya. Kerinduan penonton terhadap lagu-lagu Koes Plus malam itu terobati dengan baik. Setelah dua band yang tampil dengan lagu-lagu yang berkapasitas berat, Kass Plus mampu memberikan suasana yang hangat dan familiar melalui lagu-lagu Koes Plus yang disajikan.

            Tidak ada sebuah penampilan yang sempurna. Sebagai catatan, seandainya malam itu Kass Plus lebih banyak membuka dengan lagu-lagu yang populer tentu penonton akan mudah memberi respon. Sesekali boleh diisi dengan “lagu yang aneh”, sambil tetap memperhatikan kondisi kehadiran penonton. Sebagai masukan, bila yang hadir banyak penggemar umum, maka dipilihlah lagu yang familiar. Ketika yang hadir termasuk kategori komunitas penggemar, maka lagu-lagu yang tidak umum boleh banyak ditampilkan. Selain itu ketika lagu-lagu Koes Plus yang bernuansa duet seharusnya mereka bisa membagi peran dengan baik. Beberapa kali terlihat Dody kewalahan menyanyikan sendiri lagu-lagu yang seharusnya diisi duet atau backing vokal. Seperti halnya lagu Kembali yang saat itu diborong sendiri oleh vokalis yang merupakan anak sulung dari ketiga bersaudara itu.

            Boleh dipertimbangkan juga untuk kesiapan teknis alat-alat musik, sehingga ketika di panggung sudah siap main. Saat itu presenter sebenarnya sudah berniat mengadakan bincang-bincang sejenak namun karena belum siapnya personel, maka perbincangan diurungkan. Biasanya, Yon Koeswoyo memanfaatkan waktu persiapan ini dengan perbincangan bersama pembawa acara untuk mencairkan suasana.

            Berikut ini merupakan rangkaian lagu-lagu yang didendangkan oleh Kass Plus : Laguku Sendiri, Kau Datang Lagi, Hadapi, Cintamu Telah Berlalu, Ela-Elo, Kesepian, Dara Manisku, Kala-Kala, Kembali, Jemu, Aku Cinta Padamu dan Kapan-Kapan.

            Acara malam itu menjadi lebih istimewa dengan hadirnya beberapa orang tamu dari luar kota diantaranya Djauhari, seorang penggiat musik dari Galeri Malang Bernyanyi. Tampak juga H. Koestono, mantan pengawal dan manajer Koes Plus yang saat ini berdomisili di Malang. Juga hadir Sam Sugeng, salah seorang pendiri Jiwa Nusantara Surabaya. Pkl. 22.10, Kass Plus pun menutup penampilan dengan raut puas dari para penonton yang terhibur malam itu.

            Demikian reportase dari penampilan Kass Plus dalam acara ulang tahun Petrokimia Gresik.  Mohon maaf bila terdapat rangkaian kata dan kalimat yang kurang berkenan. Selamat dan sukses untuk Petrokimia Gresik. Maju terus untuk Kass Plus dalam pelestarian karya besar Koes Plus. Jayalah selalu musik Indonesia !
( Okky T. Rahardjo, penggemar Koes Plus dari Surabaya—085645705091 )
 











 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar