Minggu, 31 Januari 2016

SKPN : Kenangan Bersama Lagu Koes Plus




        Senin penghujung bulan ini tepatnya 25 januari 2016, Surabaya Koes Plus Night kembali mengudara memenuhi ruang dengar penggemar Koes Plus yang memantau radio Sonora Surabaya. Usai berakhirnya program Sweet Memories, pada pkl. 21.00 sebagaimana biasa program yang dikhususkan untuk penggemar Koes Plus ini kembali hadir untuk memuaskan kerinduan penggemar Koes Plus.

Lagu pertama yang menjadi pembuka saat itu adalah Layar Tancap yang dibawakan oleh Nomo Koeswoyo. Lagu yang dirilis pada tahun 1988 ini dipilih sebagai opening karena dalam rangka ulang tahun Nomo Koeswoyo yang berlangsung beberapa hari sebelumnya yaitu 21 Januari. Pembawa acara malam itu kembali dipercayakan pada Candra Jamil yang seminggu sebelumnya absen dikarenakan adanya gangguan kesehatan. Candra membuka acara dengan begitu semangat seperti membuka ruang rindu pada penggemar Koes Plus yang sempat ditinggalkannya pada satu episode yang lalu.

Memang sejak edisi dua pekan lalu tampuk penyiar acara SKPN beralih dari Dody kepada Candra. Namun pada edisi lalu rupanya Candra absen siaran selama satu minggu dikarenakan kesehatannya kurang bagus. Usai lagu pembuka selesai diputar, Candra menyapa pendengar dan narasumber yang hadir. Saat itu ketiga narasumber tetap hadir sebagaimana bias auntuk mengawal acara SKPN ini. Okky Rahardjo, Koesyanto, dan Sam Sugeng menyapa pendengar yang sudah menunggu acara ini sejak beberapa menit sebelumnya.

Candra membuka percakapan dengan menanyakan kabar terbaru dari personel Koes Plus. Bagian ini dijawab oleh Okky Rahardjo dengan berkata bahwa beberapa personel Koes Plus masih memiliki aktivitas yang lumayan padat dalam waktu dekat ini. Namun paling terbaru didapat dari Nomo Koeswoyo dan Yon Koeswoyo. Nomo Koeswoyo beberapa hari sebelumnya merayakan ulang tahun di sebuah hotel di Jakarta dengan dihadiri oleh Menteri Agraria yaitu Ferry Mursyidan Baldan. Saat itu tampak juga putra-putrinya serta keponakan-keponakannya turut memeriahkan hari jadinya yang ke-77.

Sementara Yon Koeswoyo masih tampil mengadakan konser memenuhi undangan tampil di beberapa daerah. Pada Jumat, 29 Januari ini Yon Koeswoyo bersama personel baru Koes Plus tampil di pabrik baja Krakatau Steel yang terletak di Cilegon. Harga tiket yang dipatok yaitu Rp. 75.000, 125.000, dan 200.000. Sementara itu pada 6 Februari Koes Plus akan giliran tampil di kota Madiun tepatnya berlokasi di Hotel Sun City dengan patokan harga Rp. 200.000, 300.000 dan 400.000.

Sebelum melanjutkan sesi berikutnya Candra memutar lagu Lagi-Lagi Kamu yang sekali lagi dibawakan oleh Nomo Koeswoyo. Edisi siaran kali ini menampilkan tema Kenangan Bersama Lagu Koes Plus. Koesyanto yang mendapatkan giliran pertanyaan selanjutnya menceritakan kenangan yang dimilikinya pada lagu Djanjimu yang ada pada album Volume 2. Saat itu dia bercerita bahwa pada masa mudanya ada kenangan yang tak terlupakan bersama sang kekasih yang pernah disayanginya. Sebagaimana kutipan pada lagu tersebut “Seperti layang-layang dengan talinya, di atas awan slalu berdua...”. Dia ingin menjalin cinta selalu berdua bersama sang kekasih. Namun apa daya pada akhirnya cinta itu tak pernah berlanjut, karena sang kekasih harus mengikuti tugas orang tuanya ke Bandara Polonia Medan dari tugas sebelumnya di Bandara Juanda Surabaya.

Candra selanjutnya membuka kesempatan bagi pendengar untuk ikut berpartisipasi. Nomor telepon dan SMS mulai diaktifkan. Aturan main pada acara kali ini yaitu pendengar bercerita tentang lagu Koes Plus yang menjadi kenangannya. Ada salah seorang pendengar yang menginginkan lagu Hanya Temanku karena mengingat kenangan manis saat pendekatan dengan kekasihnya waktu lalu. Ada pula seorang pendengar yang meminta tembang Telaga Sunyi diperdengarkan karena menggambarkan keagungan sebuah cinta.

Sam Sugeng yang pada siaran kali itu mengenakan jaket oranye dengan latar belakang kaos Koes Plus berwarna hitam berkisah bahwa kesayangannya pada lagu berjudul Bertemu Kembali. Hal ini dikarenakan ada sebuah hal tak diduga dalam hidupnya. Kala muda dia sering bermain bulu tangkis di depan rumah Koesyanto. Namun saat itu mereka tidak saling mengenal. Tiada diduga saat usia sama-sama dewasa di atas empat puluhan, keduanya bertemu sebagai penggemar Koes Plus. Hal itu digambarkannya sebagai sebuah reuni pertemuan kembali.

Okky pun mengisahkan bahwa kenangannya tak akan hilang pada lagu Rasa Hatiku. Saat itu dia berkisah bahwa saat pacaran dia menuliskan kata-kata romantis dengan menyadur pada untaian kalimat yang ada pada lagu tersebut. Namun belakangan ketika sudah menikah, istrinya menyadari bahwa rangkaian kalimat tersebut ternyata ada pada salah satu lagu Koes Plus.

Dari sekian banyak kisah kenangan yang ada pada lagu Koes Plus, sebuah cerita sempat disampaikan oleh salah seorang pendengar yang membuat semua yang di studio terhenyak terdiam seribu bahasa. Kala itu seorang ibu bercerita bahwa saat dia masih remaja dan tinggal dalam sebuah rumah kos, ada salah seorang temannya yang kalau mendengar lagu Hidup Yang Sepi selalu berteriak histeris. Saat itu ketika ibu ini memutar sebuah radio yang memperdengarkan lagu Hidup Yang Sepi, maka temannya yang ada dalam salah satu kamar kos akan segera berteriak histeris tanpa diketahui penyebabnya.

Lagu Hidup Yang Sepi sendiri dikisahkan oleh salah satu narasumber sebagai ungkapan hati Yon Koeswoyo yang kesepian. Saat itu di waktu senja hari, satu per satu saudaranya yang sudah menikah masuk ke rumah masing-masing. Tinggallah dia sendirian sebagai personel Koes Plus satu-satunya yang belum menikah, harus tinggal sendirian dan kesepian. Akhirnya terciptalah lagu yang dirilis pada ahun 1970 itu.

Acara hampir ditutup ketika salah seorang staf redaksi Jawa Pos mengisahkan kenangannya dengan lagu Koes Plus yang berjudul Aku Kembali. Dia mengisahkan saat siang hari menyanyikan lagu-lagu Koes Plus dengan memainkan gitar bersama teman-temannya di ujung kampungnya di Surabaya.

            Oleh karena waktu yang sudah tidak memadai, maka acara ditutup oleh Candra Jamil. Lagu Selamat Tinggal yang berisi kata-kata perpisahan dari berbagai bahasa dinyanyikan oleh Koes Bersaudara dipilih sebagai lagu pamungkas. Tak lupa sebuah pesan penutup disampaikan oleh ketiga narasumber yaitu “Jayalah selalu musik Indonesia...!!!”. Sampai jumpa pada liputan siaran berikutnya.

( Okky T. Rahardjo, 085645705091, 5B32CC16 )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar