Jumat, 15 Juli 2016

Prosedur Kunjungan Ke Lembaga Pemasyarakatan

Beberapa hari ini kita diramaikan dengan berita kaburnya seorang tahanan dari rutan Salemba Jakarta. Saya jadi teringat ketika belum lama ini berkunjung ke Lapas Madiun untuk pertama kalinya. Berikut akan saya bagikan prosedur mengunjungi tahanan yang dibina di sebuah lembaga pemasyarakatan atau juga disebut rumah tahanan alias penjara.

Saya membagikan hal ini sekedar untuk studi saja mungkin bermanfaat bagi anda, pada suatu kali. Mungkin tidak terlalu mirip namun saya yakin sebagian besar prosedur sama.

1. Pengunjung menemui petugas yang berjaga di meja    depan untuk meminta formulir kunjungan. Di sini saya di kabari dengan jelas kalau hand phone tidak boleh dibawa masuk. Beliau menganjurkan setelah melihat saya menenteng hand phone.

2. Setelah formulir diisi lalu diserahkan pada petugas loket. Di sini kita akan diklarifikasi siapa yang dikunjungi dan ada hubungan apa. Oleh karena tidak ada hubungan keluarga, maka saya dikategorikan sebagai keluarga jauh. Biasanya akan ditanyakan juga nama keluarga orang yang kita kunjungi yang biasa disebut dengan bin. Di sini kita menyerahkan KTP untuk memudahkan pendataan.

3. Setelah kita menjelaskan mengenai pihak yang dikunjungi, petugas loket akan menampilkan profil warga binaan tersebut pada komputer data base yang tersedia di atas loket. Setelah kita yakin dengan warga binaan yang akan kita kunjungi, kita diminta duduk di ruang tunggu untuk menunggu panggilan.

4. Setelah menunggu beberapa waktu, kita akan dipanggil untuk masuk ke dalam ruang lapas. Oya biasanya di ruang loket disediakan pula penitipan barang. Nah ketika dipanggil ini, KTP kita juga dikembalikan.

5. Kita diperbolehkan masuk ruang lapas. Pintu besar terbuka bagi pengunjung. Biasanya sekali panggilan bisa 4-5 pengunjung. Kita akan menjumpai penjaga pertama. Di sini kita akan diminta menyerahkan lagi KTP. Saat itu kita akan mendapatkan kalungan kartu kunjungan.

6. Berikutnya pada penjaga kedua kita akan diperiksa atau digeledah untuk memastikan tidak ada barang yang mencurigakan tersimpan dalam pakaian kita. Setelah aman, tangan kiri kita akan diberi stempel tanda kunjungan.

7. Petugas jaga ketiga akan memeriksa barang bawaan kita. Bila membawa tas akan dibuka dulu untuk kepastian keamanan. Bahkan bila membawa sabun atau kopi harus dikemas dalam plastik transparan.

8. Setelah tidak ada masalah, kita akan dipersilakan menuju ruang kunjungan. Di sini sudah banyak berbaur pengunjung dengan warga binaan yang dituju. Biasanya warga binaan akan diberi formulir kunjungan yang kita isi awal mula, sebagai pemberitahuan bahwa dia sedang dikunjungi. Selanjutnya warga binaan akan menuju ruang kunjungan menemui kerabat yang membezuknya.

9. Bila dirasa sudah cukup, kita mengakhiri kunjungan dan menuju tempat penjaga pertama untuk menyerahkan kalung tanda kunjungan dan KTP kita akan dikembalikan. Sekedar diketahui jam kunjungan di LP Madiun berlaku mulai pkl. 08.30-12.00 setiap hari kecuali Jumat dan Minggu.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai tata cara kunjungan di sebuah Lembaga Pemasyarakatan. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi anda yang masih bingung atau belum paham bagaimana berkunjung di sebuah lapas. Bila segala sesuatunya sudah serba teratur dan ketat, mestinya kasus kaburnya tahanan tidak perlu terjadi. Mohon maaf atas rangkaian kata dan kalimat yang kurang berkenan.

(Okky T. Rahardjo, 085645705091, D06F638E)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar