Senin, 16 Desember 2013

Edisi Lokasi Unik Surabaya : Nambang, Eksistensi Sebuah Transportasi Sungai



            Kota Surabaya merupakan kota yang saat ini masuk kategori metropolitan. Sebagian besar orang beranggapan bahwa kota ini adalah kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Di kota sebesar ini ternyata kita masih mudah menjumpai moda transportasi yang bersifat tradisional dan terkesan udik. Di tengah banyaknya kendaraan baru yang mengepung kota ini dengan berbagai jenis, tidak jarang kita masih menemui orang-orang yang bertahan dengan romantisme masa lalunya termasuk dalam hal transportasi.

            Di kota Surabaya ini ragam kendaraan telah patah tumbuh hilang berganti, seiring dengan berkembangnya peradaban manusia yang mengalami modernitas. Sekitar tahun ‘90an kita mengenal Angguna, sebuah kendaraan yang digadang-gadang sebagai alternatif pengganti taksi dengan harga yang lebih terjangkau, lambat laun punah dengan sendirinya. Begitu juga ketika bus tingkat masih bercokol di kota ini, pada akhirnya harus sirna seiring bertambahnya kendaraan roda dua memenuhi jalan raya. Tak luput pula becak yang dulu masih bebas berkeliaran di beberapa ruas jalan kota, sekarang harus bersembunyi di pelosok kampung, bila tidak mau dikatakan langka.

            Salah satu yang tidak kehilangan penggemar seiring dengan pesatnya laju kota ini adalah sebuah jenis transportasi yang dikenal dengan nama nambang. Ya, nambang merupakan sebuah jenis transportasi sungai yang masih bisa ditemui di beberapa wilayah kota Surabaya. Alat transportasi ini berbentuk perahu dengan dinaungi layar penutup sebagai pelindung dari sengatan panas. Perahu ini disebut nambang karena ditarik oleh sebuah tali berjenis tambang.  

            Pernahkah anda mencoba menyeberangi sungai di kota Surabaya dengan perahu nambang ini ? Tidak terlalu mahal, cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp. 500,00 anda sudah bisa sampai di ujung berikutnya. Kalaupun anda menyeberangi sungai dengan membawa sepeda motor, cukup merogoh kantong sebesar seribu rupiah saja. Tidak terlalu mahal, kan. Dengan biaya yang terkesan sekedarnya itu anda sudah mampu menghemat waktu sekian menit. Misalkan, anda yang seharusnya berjalan kaki selama tiga puluh menit bila memutar sungai, maka dengan nambang anda cukup memerlukan waktu lima menit saja.

            Nambang tampaknya hanya eksis berada di kota Surabaya, atau saya masih kekurangan data keberadaan transportasi ini di kota lain. Namun tampaknya nambang menjadi sebuah pilihan alternatif yang diminati masyarakat pinggiran untuk memangkas waktu perjalanan. Adapun beberapa tempat di kota Surabaya yang masih bisa ditemui keberadaan nambang ini diantaranya adalah di sungai sekitar terminal joyoboyo atau tepatnya jl. Gunungsari. Lurus sedikit kita akan menjumpai jl. Mastrip atau kebraon yang menghubungkan sungai rolak menggunakan perahu nambang. Ketika melintasi area Ngagel menuju jl. Darmokali kita juga mendapati perahu nambang menyusuri sungai setempat. Kabarnya di daerah jl. Demak pun juga masih ditemui perahu nambang ini membantu kebutuhan warga sekitar.
            Keberadaan perahu nambang ini tidak sepenuhnya merupakan milik penarik nambang itu. Seringkali penarik nambang menyewa dengan sistem setor harian sesuai kesepakata dengan pemiliknya. Penghaaasilan per hari lumayan juga, kadang bisa mencapai Rp. 150.000,- s/d 200.000,- tergantung banyaknya pelanggan yang memanfaatkan jasa nambang ini. Walaupun begitu resiko yang harus dihadapi tidak sedikit. Sesekali sempat pula terdengar kabar berita tergulingnya perahu nambang oleh karena banyaknya muatan dan gangguan hujan deras yang tidak mudah diatasi oleh perlengkapan tradisional.

            Nambang, sebuah romantisme unik di kota sebesar Surabaya yang tidak akan mudah dilupakan. Keberadaannya yang unik dan primitif seakan menjadikannya sebagai salah satu ciri khas yang melekat di kota Surabaya ini. Saat mampir dan berkunjung di kota Surabaya ini, sudahkah anda mencoba menumpanginya ?

            Demikian yang dapat kami sajikan mengenai tulisan edisi lokasi unik di Surabaya. Mohon maaf bila  terdapat rangkaian kata dan kalimat yang kurang berkenan. Selamat menjelajah kota Surabaya yang unik, penuh sejarah namun tetap mengesankan. Jangan lupa, tetap tebarkan senyuman.  

( Okky T. Rahardjo, penikmat kota Surabaya--085645705091 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar