Rabu, 21 Januari 2015

Kenangan RSUD Dr. Soedono Madiun (3) : Jatah Makan Untuk Pasien

Kereta makan pasien ruang melati






            Setiap hari pasien RSUD Dr. Soedono Madiun mendapatkan jatah makan sebanyak tiga kali. Pagi hari kira-kira pkl. 06.30 makanan sudah diantarkan. Ketika siang menjelang pkl. 12.00 makanan pun sudah disiapkan begitu juga untuk makan malam, selepas pkl. 17.00 sudah disediakan bagi pasien. Tak pernah terlambat kedatangan makanan ini, sehingga pasien pun tidak  menunggu terlalu lama.

            Makanan yang disediakan diantar menggunakan semacam lemari dorong yang disebut dengan kereta makan. Saat pagi, siang dan petang ketika di ruangan terdengar getaran yang keras, seakan lantai nya ikut bergoyang maka itu pertanda kereta makan sudah tiba. Saat itu mas pembagi makanan masuk dan membawa sepiring makanan. Dalam piring yang terbungkus plastik itu terdapat nama masing-masing pasien yang dituju. Hal ini memudahkan petugas makanan ketika masuk ruangan sambil menyebutkan nama yang tertera pada secarik kertas kecil dalam piring tersebut.

            Uniknya, menu yang tersaji pada makanan yang disediakan tidak sama antara pasien satu dengan lainnya. Semua bergantung pada kondisi penyakit yang diderita. Bila tidak mengalami masalah dengan pencernaan, maka pasien mendapatkan jatah nasi. Namun bila pencernaan terganggu, seperti yang dialami Nara, maka dia akan menerima jatah makan berupa bubur. Namun untuk lauk dan makanan pendamping tidak jauh berbeda. Ada tempe, tahu dan daging yang diolah menjadi berbagai bentuk. Buah yang menjadi pendamping tidak berubah setiap hari yaitu pisang. Adapun untuk minum tersedia berupa segelas air mineral yang terangkum dalam rangkaian pada piring tersebut.

            Pada pagi hari jatah makan yang disediakan ditambah dengan segelas susu putih. Hidangan untuk sekedar pencuci mulut pun dibedakan antara pasien disesuaikan dengan kondisinya. Bila yang lain mendapatkan sepotong kue maka Nara dan beberapa anak lain yang mengalami gangguan serupa mendapatkan segelas godir. Semuanya tersedia dengan baik untuk menjaga kondisi kesehatan pasien lebih baik lagi. Kedatangan petugas pembagi makanan ini selalu dinantikan dengan gembira oleh setiap orang tua penunggu pasien, sehingga dia seakan menjadi idola baru dalam ruang Melati tempat perawatan pasien anak.

            Nara yang mendapatkan jatah makan berupa bubur sepertinya tidak begitu selera. Ya jelas saja, karena memang menu tersebut disajikan setiap jam makan maka lama kelamaan dia bosan. Awalnya masih mau mengkonsumsi setidaknya beberapa sendok, tapi berikutnya ya jenuh. Tapi mau bagaimana lagi, menu yang disediakan memang itu dan harus diterima. Pada beberapa kali kesempatan bubur itu yang menikmati ya bergantian antara ayah dan ibunya. Sementara Nara diberi roti sekedar sebagai pengisi perut, mengingat dia sering menolak ketika disuapkan bubur. Malahan kadang-kadang dia sendiri minta makan nasi. Ya sudah mumpung dia mau makan, bolehlah makan nasi sekira beberapa sendok. Mengingat beberapa kali dia tidak nafsu untuk makan dan hanya mau minum saja. Ya namanya juga anak-anak, tidak seberapa paham membedakan mana makanan yang baik untuk menjaga kesehatannya atau yang masih belum boleh disantap.


(Okky Rahardjo, 085645705091, okkie_rahardjo@yahoo.com, 518CC94A)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar